Teori Perkembangan Muka Bumi

CategoriesGeografiBab:

Bumi yang kita tempati sekarang ini sudah ada sejak jutaan  bahkan milyaran tahun yang lalu. Salah satu teori mengenai terbentuknya bumi menyebutkan bahwa matahari ada terlebih dahulu dengan nebula yang mengelilinginya. Nebula yang berupa awan, debu, dan gas kosmis tersebut berputar dan akhirnya menyatu karena pengaruh gravitasi yang kemudian membentuk planet-planet, salah satunya adalah bumi. Teori lainnya mengenai pembentukan tata surya bisa dibaca di artikel Tata Surya dan Teori Terbentuknya.

Teori Pembentukan dan Perubahan Kulit Bumi

Pada awalnya, bumi memiliki suhu yang sangat panas mencapai 4.000 °C di permukaannya. Dalam jangka waktu jutaan tahun permukaan bumi mendingin sehingga menjadi keras dan padat, menjadi kulit (kerak) bumi. Sedangkan bagian dalamnya masih tetap panas sampai saat ini. Beberapa teori tentang bagaimana kulit bumi terbentuk pun bermunculan dari para ahli. Di antaranya, teori kontraksi oleh Descrates, teori Laurasia-Gondwana oleh Edward Zuess, teori pengapungan benua oleh Alfred Wagener, teori konveksi oleh Arthur Holmes dan Harry H. Hess, dan teori lempeng tektonik oleh Tozo Wilson.

A. Teori Kontraksi (Contraction Theory)

Teori ini menyebutkan bahwa bumi semakin lama semakin susut dan mengerut akibat adanya proses pendinginan. Proses ini mengakibatkan bagian permukaan bumi membentuk pegunungan dan lembah-lembah. Teori ini dikemukakan oleh Descrates (1596 – 1650) dan didukung kemudian oleh James Dana (1847) dan Elie de Baumant (1852).

B. Teori Dua Benua (Laurasia-Gondwana Theory)

Teori ini menyatakan bahwa dahulu bumi terdiri atas dua benua yang sangat besar, yaitu Laurasia dan Gondwana. Laurasia berada di dekat kutub utara dan Gondwana berada di dekat kutub selatan bumi. Kedua benua tersebut kemudian bergerak dan berpecah menjadi beberapa benua. Laurasia terpecah menjadi Asia, Eropa, dan Amerika Utara. Gondwana terpecah menjadi Australia, Afrika dan Amerika Selatan. Teori ini dikemukakan oleh Edward Zuess pada tahun 1884.

Sejarah Pembentukan Muka Bumi

C. Teori Pengapungan Benua (Continental Drift Theory)

Teori ini menyebutkan bahwa bumi pada awalnya terdiri dari satu benua yang sangat besar, disebut Pangea. Benua ini kemudian terpecah dan berpencar ke arah barat karena gaya sentrifugal yang disebabkan oleh gerak rotasi bumi. Teori ini dikemukakan oleh Alfred Wagener pada tahun 1912.

D. Teori Konveksi (Convection Theory)

Teori ini menyatakan bahwa di dalam bumi yang masih panas terjadi aliran konveksi ke arah lapisan kulit bumi yang ada di atasnya. Arus konveksi yang membawa lava sampai ke permukaan bumi kemudian membeku dan membentuk lapisan kulit bumi yang baru. Kulit bumi yang baru ini menggantikan kulit bumi yang sudah tua. Teori ini dikemukakan oleh Arthur Holmes dan Harry H. Hess kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh Robert Diesz.

E. Teori Lempeng Tektonik (Tectonic Plate Theory)

Teori ini menyatakan bahwa kulit bumi terdiri dari lempeng tektonik yang berada di atas lapisan astenosfer. Astenosfer adalah lapisan bumi yang berwujud cair kental. Lempeng-lempeng tektonik tersebut selalu bergerak karena adanya arus konveksi. Gerakan lempeng dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu konvergensi (saling bertumbukan antar-lempeng), divergensi (saling menjauh antar-lempeng), dan transform (sesar mendatar, saling bergesekan berlawanan arah antar-lempeng). Teori ini dikemukakan oleh Tozo Wilson.

Lempeng Tektonik

Demikian artikel tentang teori-teori pembentukan muka bumi. Artikel ini disadur dari berbagai buku BSE Kemdikbud. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *