Perbedaan Massa dan Berat Benda

CategoriesFisikaBab:

Massa dan berat itu berbeda. Apa perbedaan massa dan berat? Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menyebut berat suatu benda menggunakan satuan kilogram. Misalnya, berat badan 65 kilogram. Apakah hal itu betul? Perlu diketahui bahwa hal tersebut adalah salah di dalam fisika. Berikut ini ulasannya.

Perbedaan Massa dan Berat
Neraca Ohaus, salah satu alat ukur massa (Sumber)

Pengertian Massa

Newton mendefiniskan massa sebagai banyaknya materi yang terkandung dalam benda. Namun, sebenarnya definisi ini tidak sepenuhnya benar. Hal itu dikarenakan banyaknya materi tidak bisa diketahui secara pasti. Agar lebih tepat, kita bisa mendefinisikan massa seagai ukuran inersia (kelembaman) suatu benda. Inersia (kelembaman) merupakan kecenderungan suatu bahan untuk mempertahankan posisinya. Semakin besar massa benda, maka semakin sulit untuk menggerakkan benda itu dari keadaan diam. Jika benda itu bergerak, maka semakin sulit untuk menghentikannya atau memindahkan arahnya.

Sebuah kelereng memiliki massa yang lebih kecil daripada bola bowling. Berarti, lebih mudah untuk memindahkan kelereng daripada bola bowling yang mempunyai massa lebih besar. Sebuah truk memiliki massa yang lebih besar daripada sebuah mobil sedan. Ini menyebabkan untuk mengerem truk lebih susah dibandingkan dengan mobil sedan. Begitu juga untuk mulai menjalankannya.


Massa disimbolkan dengan huruf “m“. Massa dalam SI memiliki satuan kilogram disingkat kg. Vanyak satuan lain selain SI, misalnya ons, pon, dan lain sebagainya. Massa suatu benda selalu tetap di mana pun berada. Jika sebuah meja bermassa 10 kg di bumi, ketika dibawa ke luar angkasa atau ke planet lain, maka massanya tetap 10 kg. Alat untuk mengukur massa adalah neraca (timbangan), baik itu neraca pegas, neraca ohauss, neraca digital, dan timbangan lainnya.

Pengertian Berat

Berat merupakan sebuah gaya. Gaya berat sangat dipengaruhi oleh percepatan gravitasi. Menurut Galileo, suatu benda yang jatuh ke permukaan bumi akan memiliki percepatan sebesar g. Jika hal ini dimasukkan ke hukum kedua Newton, maka gaya yang bekerja pada sebuah benda adalah:

\fcolorbox{black}{#eaf9ff}{\large{F = mg}}

Keterangan:
F
= gaya (N)
m = massa (kg)
g = percepatan gravitasi (m/s2)

Gaya F pada persamaan di atas adalah gaya gravitasi, atau biasa disebut sebagai berat benda. Berat benda disimbolkan dengan huruf “w” dan memiliki satuan newton disingkat N. Jadi persamaan di atas bisa kita tulis ulang menjadi:

\fcolorbox{black}{#eaf9ff}{\large{w = mg}}

percepatan gravitasi bumi g memiliki nilai 9,8 m/s2 = 9,8 N/kg. Jadi, jika ada sebuah benda yang bermassa 1 kg jatuh ke tanah, maka dia memiliki berat 9,8 N.

Perbedaan Massa dan Berat

Dari pembahasan di atas, massa dan berat jelas berbeda. Massa merupakan ukuran inersia benda, sementara berat merupakan gaya. Massa memiliki besar yang selalu tetap, sementara berat bisa berubah-ubah tergantung gravitasi di suatu tempat. Jika kita membawa batu 1 kg dari bumi ke bulan yang memiliki gaya gravitasi lebih lemah dari bumi. Maka batu itu akan tetap memiliki massa 1 kg dan akan sama tingkat kesulitan untuk memindahkan batu tersebut baik di bumi maupun di bulan. Sementara berat batu tersebut akan berubah, lebih rendah dari beratnya di bumi.

Begitulah pembahasan kita tentang perbedaan massa dan berat. Jangan sampai salah lagi dalam memahaminya. Kalau massa badan kamu 50 kg, katakan massa saya 50 kg bukan berat saya 50 kg. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *