Hukum Newton tentang Gerak

CategoriesFisikaBab:

Pada kesempatan kali ini kita memasuki pembahasan mengenai hukum Newton tentang gerak. Hukum ini berkaitan dengan dinamika. Sebelumnya kita sudah banyak membahas tentang kinematika. Jika kinematika adalah cabang fisika yang mempelajari gerak tanpa memperhitungkan gaya sebagai penyebab geraknya. DInamika yaitu cabang fisika yang mempelajari hubungan antara gerak dan gaya. Apa itu gaya? Nanti akan dijelaskan pada pembahasan lainnya. Sebelum itu, marilah kita berkenalan terlebih dahulu dengan Newton.

Biografi Isaac Newton

Isaac Newton lahir pada tahun 1643 di Inggris, tepatnya di sebuah dusun bernama Woolsthorpe di karesidenan Lincolnshire. Dia adalah anak seorang petani. Meskipun pendidikannya sempat terganggu, dia akhirnya masuk ke jenjang perguruan tinggi di Universitas Trinity di Cambridge pada tahun 1661.

Meskipun Newton belajar di kurikulum klasik, dia lebih berminat terhadap pemikiran filsuf modern pada masa itu. Ketika dia kembali ke kampung halamannya karena terjadi wabah besar yang menyerang Cambridge tahun 1665, dia mulai merumuskan teori-teorinya. Terinya seputar kalkulus, cahaya, dan warna. Konon jatuhnya apel di ladangnya memberikan ilham atas teorinya yang terkenal, yaitu gravitasi.

Pada tahun 1687, Newton menulis sebuah buku berjudul “Philosophiae Naturalis Principia Mathematica” atau lebih dikenal dengan nama “Principia” saja. Di situ Newton menetapkan tiga hukumnya tentang gerak, yang dikenal sebagai Hukum Gerak Newton. (Sumber)

Hukum Newton tentang Gerak

Hukum I Newton

Hukum I Newton disebut juga dengan hukum kelembaman (inersia). Hukum ini menyatakan bahwa setiap benda yang bergerak akan terus bergerak dan benda yang diam akan terus diam selama tidak ada gaya yang bekerja terhadapnya. Maka bisa disimpulkan bahwa jumlah gaya yang bekerja padanya adalah nol.

\boxed{\mathbf{\mathit{\Sigma F=0}}}

Hukum pertama ini bisa kita rasakan keberadaanya saat kita sedang naik bus. Ketika bus itu mengerem, maka tubuh kita akan terhempas ke depan. Sementara itu ketika bus sedang mulai berjalan, tubuh kita akan terhempas ke belakang. Menurut hukum ini, yang menyebabkan tubuh kita ke depan dan ke belakang bukanlah gaya. Tetapi kecenderungan tubuh kita dalam mempertahankan posisi dan kecepatannya.


Hukum II Newton

Hukum II Newton menyatakan bahwa percepatan suatu benda berbanding lurus dengan jumlah gaya yang bekerja padanya dan berbanding terbalik dengan massa benda tersebut. Secara matematis ditulis:

\boxed{\mathbf{\mathit{a=\frac{\Sigma F}{m}}}}

rumus di atas bisa ditulis juga sebagai:

\boxed{\mathbf{\mathit{\Sigma F=ma}}}

Hukum III Newton

Hukum ketiga Newton disebut juga sebagai hukum aksi-reaksi. Hukum ini menyatakan bahwa setiap benda yang melakukan gaya kepada benda kedua, maka benda kedua juga akan memberikan gaya yang sama besar kepadanya tetapi berlawanan arah. Secara matematis ditulis:

\boxed{\mathbf{\mathit{F_{aksi}=-F_{reaksi}}}}

Contohnya adalah ketika kita mendorong tembok, maka kita juga akan mendapatkan dorongan dari tembok tersebut dengan gaya yang sama besar dengan gaya yang kita berikan.

Itulah tiga hukum Newton yang ditulis di bukunya “Principia”. Selanjutnya akan kita bahas satu-persatu mengenai ketiga hukum tersebut. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *