Hubungan antara Gaya dan Gerak

CategoriesFisikaBab:

Pada kesempatan kali ini kita akan belajar tentang hubungan antara gaya dan gerak. Sebelumnya kita sudah mempelajari tentang hukum gerak Newton yang merupakan pembahasan dalam dinamika. Dinamika sendiri mempelajari hubungan gaya dengan gerak benda. Apa itu gaya?

Pengertian Gaya

Secara umum, gaya sering diartikan sebagai tarikan dan dorongan. Misalnya ketika kita mendorong gerobak, mendorong mobil yang mogok, menarik kursi, atau memukul paku menggunakan palu. Hal-hal itu menunjukkan bahwa kita memberikan gaya kepada benda-benda tersebut. Gaya seperti ini disebut sebagai gaya sentuh karena kita menyentuh bendanya. Sementara, jika ada sebuah batu yang jatuh ke bawah, hal itu disebabkan oleh gaya gravitasi yang merupakan gaya tak sentuh.

hubungan gaya dan gerak
Gerobak pasir dapat bergerak karena gaya sentuh

Sebuah benda yang pada awalnya diam, jika diberikan gaya maka dia akan bergerak. Begitu pula jika benda yang bergerak kemudian diberikan gaya, maka akan mengubah besar kecepatan atau arahnya. Jadi, bisa disimpulkan bahwa untuk mengubah besar dan arah kecepatan benda diperlukan sebuah gaya.


Gaya merupakan besaran vektor. Hal ini berarti bahwa gaya memiliki besar dan juga arah. Gaya yang diberikan kepada suatu benda dengan arah yang berbeda, maka akan memiliki efek yang berbeda pula. Gaya biasa digambar dengan anak panah, seperti vektor pada umumnya. Besar gaya ditunjukkan oleh panjang anak panah, sedangkan arahnya ditunjukkan oleh arah anak panah.

Hubungan antara Gaya dan Gerak

Dahulu Aristoteles (384 SM – 322 SM), seorang filsuf Yunani, menyatakan bahwa untuk menjaga suatu benda tetap bergerak maka diperlukan gaya secara terus-menerus. Menurutnya, secara alamiah benda itu diam dan gaya diperlukan untuk membuat objek terus bergerak. Dia juga berpendapat bahwa semakin besar gaya yang diberikan, maka semakin besar juga kecepatannya.

Galileo Galilei (1564 – 1642) berpendapat bahwa benda yang bergerak dengan kecepatan konstan sama kondisinya dengan benda yang diam. Menurutnya tidak diperlukan gaya untuk mempertahankan kecepatannya, sama seperti benda yang diam. Dia memodelkan dunia tanpa gaya gesekan. Sehingga ketika benda didorong, maka gaya yang diberikan akan menjadi lebih kecil untuk membuatnya terus bergerak. Apabia gaya dihilangkan, maka benda itu masih tetap bergerak dengan kecepatan konstan.

Newton (1642 – 1727) merumuskan teorinya tentang gerak berdasarkan teori yang dirumuskan oleh Galileo. Tiga buah teori tentang gerak yang kemudian menjadi hukum gerak Newton tersebut dituliskan dalam bukunya berjudul “Principia” yang diterbitkan tahun 1687.

Hukum pertama Newton mendekati atau bisa dibilang sama dengan teori Galileo tentang gerak. Hukum ini berbunyi, “Setiap benda yang bergerak akan terus bergerak dan benda yang diam akan terus diam selama tidak ada gaya yang bekerja terhadapnya.”

Sementara, hukum kedua Newton menyatakan bahwa percepatan berbanding lurus dengan total gaya yang bekerja. Kemudian. hukum ketiga Newton menyatakan bahwa jika ada gaya yang bekerja pada suatu benda, maka benda tersebut akan memberikan gaya yang sama besar dengan arah berlawanan.

Referensi

  • Douglas C. Giancoli, Physics – Principles with Application, Pearson Education, Inc.

Sekian pembahasan kita mengenai hubungan antara gaya dan gerak. Semoga bermanfaat. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *