Biodiversitas (Keanekaragaman Hayati)

CategoriesBiologiBab:

Seperti yang kita ketahui, Indonesia merupakan negara yang memiliki aneka ragam flora dan fauna. Sekitar 17% – 25% spesies di dunia ada di Indonesia. Maka dari itu, Indonesia termasuk dalam salah satu negara megabiodiversitas (biodiversitas raksasa). Bayangkan saja, menurut menurut dokumen “Indonesia Biodiversity Strategy and Action Plan 2015 – 2020” yang diterbitkan oleh Bappenas, jumlah vertebrata ada 3.982 jenis, invertebrata 197.964 jenis, arthropoda 5.127 jenis, serangga 151.847 jenis, tumbuhan berspora 91.251 jenis, dan spermatophyta 19.232 jenis, serta masih banyak lagi yang belum teridentifikasi.

Keanekaragaman Hayati (Biodiversitas)

Keanekaragaman hayati (kehati) atau biodiversitas adalah keanekaragaman organisme yang menunjukkan keseluruhan variasi gen, jenis, dan ekosistem pada suatu daerah. Keanekaragaman hayati melingkupi berbagai perbedaan atau variasi bentuk, penampilan, jumlah, dan sifat-sifat yang terlihat pada berbagai tingkatan, baik tingkatan gen, tingkatan spesies maupun tingkatan ekosistem.

A. Keanekaragaman Tingkat Gen

Gen merupakan faktor pembawa sifat keturunan yang terdapat dalam kromosom. Setiap susunan gen akan memberikan penampakan (fenotipe), baik anatomi maupun fisiologi pada setiap organisme. Perbedaan susunan gen akan menyebabkan perbedaan penampakan baik satu sifat atau secara keseluruhan. Perbedaan tersebut akan menghasilkan variasi pada suatu spesies. Hal ini disebabkan adanya keanekaragaman gen pada setiap organisme. Contoh keanekaragaman tingkat gen ini adalah tanaman bunga mawar putih dengan bunga mawar merah yang memiliki perbedaan, yaitu berbeda dari segi warna bunga.

Mawar merah dan mawar putih merupakan contoh dari keanekaragaman tingkat gen.

B. Keanekaragaman Tingkat Jenis (Spesies)

Spesies atau jenis adalah individu yang mempunyai persamaan secara morfologis, anatomis, fisiologis dan mampu melakukan perkawinan dan menghasilkan keturunan yang fertil (subur).

Keanekaragaman hayati tingkat spesies contohnya dalam keluarga kucing-kucingan (felidae), kita mengenal kucing kampung, kucing merah, puma, macan tutul, citah, singa, harimau, jaguar, dan lain sebagainya.

Keluarga kucing-kucingan adalah contoh keanekaragaman tingkat spesies.

C. Keanekaragaman Tingkat Ekosistem

Setiap ekosistem memiliki karakteristik yang berbeda, bergantung pada kondisi faktor abiotiknya. Misalnya, ada dua ekosistem danau. Satu berada di daerah yang beriklim tropis dan satu lagi berada di daerah yang beriklim sub-tropis. Kedua ekosistem tersebut pasti memiliki karakteristik yang berbeda. Jadi, bisa disimpulkan bahwa keanekaragaman tingkat ekosistem dipengaruhi oleh faktor abiotik di lingkungannya. Contohnya adalah ekosistem padang rumput, ekosistem padang pasir, ekosistem pantai, dan ekosistem hutan hujan tropis. Masing-masing ekosistem tersebut memiliki berbagai macam makhluk hidup yang berbeda-beda.

Keanekaragaman EKosistem

Demikianlah pembahasan kita mengenai keanekaragaman hayati. Artikel di atas disadur dari buku-buku yang disebarkan secara gratis melalui bse.kemdikbud.go.id. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *