Penyajian Data Statistik dengan Diagram Garis

Pernahkah Anda memperhatikan diagram Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di televisi atau koran? Diagram tersebut merupakan salah satu contoh diagram garis. Diagram garis biasanya digunakan untuk menyajikan data statistik yang diperoleh berdasarkan pengamatan dari waktu ke waktu secara berurutan.

Untuk menggambar diagram garis diperlukan dua sumbu, yaitu sumbu tegak (vertikal) dan sumbu datar (horizontal). Sumbu datar untuk menyatakan waktu, sedangkan sumbu tegak untuk menyatakan kuantitasnya (nilai, jumlah, biaya, pendapatan, dan sebagainya). Kemudian, gambarkan setiap titik koordinat yang menunjukkan data pengamatan pada waktu t. Terakhir, hubungkanlah titik-titik ini dengan garis lurus. Dari diagram tersebut dapat ditemukan pola atau kecenderungan gerak nilai yang diamati mengikuti waktu.

Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh soal berikut.

Contoh soal:

a). Sebuah dealer mobil sejak tahun 1995 hingga akhir tahun 2004 selalu mencatat jumlah mobil yang terjual setiap tahun sebagai berikut.

Buatlah diagram garis untuk data tersebut.

b). Sebuah perusahaan yang memproduksi barang elektronik mencatat akumulasi biaya produksi tahunan dan akumulasi nilai penjualan selama sepuluh tahun dari tahun 1995 sampai dengan 2004 sebagai berikut (dalam jutaan rupiah).

Buatlah diagram garis untuk data tersebut.

Penyelesaian:

a. Dengan menggunakan cara yang telah dijelaskan, diagram garis untuk data tersebut adalah sebagai berikut.

Diagram garis dari mobil yang terjual dari tahun 1995 – 2004

Dari diagram tersebut, tampak penjualan mobil terbanyak pada tahun 2001. Dari tahun 1995–1997, penjualan mobil cenderung mengalami kenaikan dan tahun 2002–2004 cenderung mengalami penurunan.

b. Diagram garis untuk akumulasi biaya produksi dan akumulasi nilai penjualan adalah sebagai berikut.

Diagram garis dari akumulasi nilai penjualan dan akumulasi nilai produksi

Dari gambar di atas Anda dapat mengetahui bahwa perusahaan mulai memperoleh laba (keuntungan) di antara tahun 1999 dan 2000, yaitu pada saat kedua garis berpotongan. Titik potong kedua garis tersebut disebut titik pulang pokok (break event point).

Diagram di atas yang pertama merupakan diagram garis tunggal. Adapun diagram kedua disebut diagram garis majemuk, yaitu dalam satu gambar terdapat lebih dari satu garis. Diagram garis majemuk biasanya digunakan untuk membandingkan dua keadaan atau lebih yang mempunyai hubungan, misalnya diagram dua garis yang melukiskan akumulasi biaya produksi dan akumulasi nilai penjualan setiap tahun selama sepuluh tahun. Diagram garis biasanya digunakan untuk menaksir atau memperkirakan data berdasarkan pola-pola yang telah diperoleh.

Demikianlah artikel tentang “Penyajian Data Statistik dengan Diagram Garis”. Artikel ini diringkas dari buku-buku BSE yang diterbitkan oleh Pusat Perbukuan Kemdikbud dan dapat diunduh secara gratis di BSE Kemdikbud.

Daftar Pustaka:

1. Kanginan, Marthen., Kartiwa, Alit. 2010. Aktif Belajar Matematika Untuk Kelas XI MA/SMA Program Bahasa. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional

Tambahkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *