Besaran Fisika dan Satuannya

(Tulisan ini mengandung tabel di dalamnya. Diharapkan untuk pengguna ponsel mengubah orientasi layarnya menjadi lanskap agar tabel tidak terpotong)

Fisika merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari fenomena-fenomena yang terjadi di alam. Fisika menggunakan pengukuran-pengukuran yang digunakan untuk mengamati gejala-gejala alam secara akurat. Pada lomba balap, digunakan dua besaran, yaitu besaran panjang dan besaran waktu.Besaran merupakan sesuatu yang dapat diukur, dihitung, dan memiliki nilai. Contoh besaran di antaranya adalah waktu, panjang, massa, gaya, frekuensi, panjang gelombang, kecepatan, dan sebagainya. Besaran dibagi menjadi dua jenis, yaitu besaran pokok dan besaran turunan. Besaran pokok adalah besaran yang satuannya ditetapkan terlebih dahulu dan besaran pokok ini tidak bergantung pada satuan besaran lainnya. Besaran turunan adalah besaran yang dapat diturunkan dari besaran pokok. Nah, dalam mengukur besaran-besaran tersebut, kita harus teliti, karena itu adalah suatu syarat dalam fisika.

Pengukuran merupakan proses pembandingan sesuatu dengan sesuatu yang lain yang sudah dianggap sebagai standar yang disebut dengan satuan. Dalam kata lain, satuan digunakan sebagai nilai standar bagi pembanding suatu alat ukur.

Jangka sorong merupakan salah satu alat ukur (Sumber: akun Flickr tudedude dan berlisensi CC BY-NC-SA 2.0)

Dalam fisika, satuan harus memenuhi syarat sehingga dapat digunakan sebagai satuan yang standar. Inilah beberapa syaratnya:

  1. Nilai satuan harus tetap, artinya tidak tergantung pada panas, dingin, tempat, waktu, dan sebagainya.
  2. Mudah didapatkan, artinya siapapun akan mudah menemukan satuan tersebut jika diperlukan untuk mengukur.
  3. Dapat diterima secara internasional, artinya di belahan dunia mana pun orang dapat menggunakan satuan ini.

Saat ini, satuan yang digunakan di seluruh dunia adalah Systeme International d’Units atau biasa disingkat dengan SI. Dalam bahasa Indonesia disebut Satuan Sistem Internasional (Satuan SI). Berikut ini adalah tabel besaran dalam SI baik itu besaran pokok maupun besaran turunan:

Besaran PokokSimbolSatuanSingkatanDimensi
Panjanglmeterm[L]
Massamkilogramkg[M]
Waktutsekons[T]
Kuat arus listrikIampereA[I]
SuhuTkelvinK[Θ]
Jumlah zatNmolemol[N]
Intensitas cahayaIvcandelacd[J]
Besaran TurunanSimbolSatuanSingkatanSatuan DasarDimensi
LuasAmeter persegim2m2[L]2
VolumeVmeter kubikm3m3[L]3
Massa jenisρkilogram per meter kubikkg/m3kg/m3[M][L]3
Kecepatanvmeter per sekonm/sm/s[L][T]-1
GayaFnewtonNkg.m/s2[M][L][T]-2
TekananPpascalPakg/(m.s2)[M][L]-1[T]-2
FrekuensifhertzHzs-1[T]-1

Dimensi suatu besaran adalah cara besaran tersebut tersusun atas besaran-besaran pokoknya. Cara penulisan dimensi dari suatu besaran dinyatakan dengan lambang huruf tertentu dan diberi tanda kurung persegi. Dimensi mempunyai dua kegunaan, yaitu untuk menentukan satuan dari suatu besaran turunan dengan cara analisis dimensional dan menunjukkan kesetaraan beberapa besaran yang sepintas tampak berbeda

Catatan: Sebelumnya tertulis bahwa sudut datar dan sudut ruang yang mempunyai satuan radian (rad) dan steradian (sr) merupakan besaran pokok tambahan tak berdimensi. Ternyata kedua besaran ini sekarang masuk ke dalam besaran turunan tak berdimensi dengan satuan dasar untuk sudut datar adalah m/m dan sudut ruang adalah m2/m2. Selengkapnya bisa dilihat di sini.

Tambahkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *