Planet-Planet di Sistem Tata Surya

Planet adalah benda angkasa yang tidak memiliki cahaya sendiri dan selalu beredar mengelilingi sebuah bintang. Di tata surya ada delapan planet yang mengelilingi Matahari, yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Kebanyakan planet di tata surya memiliki satelit (pengiring) misalnya Bulan sebagai pengiring Bumi.

Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars (Sumber: NASA)
Dahulu Pluto merupakan sebuah planet dan jumlah planet terdapat sembilan planet namun sekarang hanya delapan planet yang dikenal. Mengapa hal itu bisa terjadi?
Sidang Umum Perkumpulan Astronomi Internasional (International Astronomical Union/IAU) ke-26 yang berlangsung di Praha, Republik Ceko, pada tanggal 25 Agustus 2006 telah memutuskan beberapa keputusan yang penting, di antaranya adalah resolusi 5A yang berisi mengenai definisi sebuah planet. Nah berikut ini adalah definisi planet yang dihasilkan dari sidang umum tersebut:
  1. Berada dalam suatu orbit yang mengelilingi Matahari.
  2. Mempunyai berat yang cukup untuk gravitasi dirinya dalam mengatasi tekanan rigid supaya ia menjadi satu ekuilibrium hidrostatik (bentuk hampir bulat).
  3. Merupakan objek yang dominan dalam orbitnya sendiri.
Pluto tidak memenuhi syarat sebagai sebuah planet karena Pluto memiliki orbit yang tumpang tindih dengan Neptunus. Hal ini menunjukkan Pluto sebagai sebuah objek yang tidak dominan di orbitnya sendiri. Pluto yang telah menyandang status planet sejak ditemukan oleh Clyde Tombaugh pada tahun 1930, akhirnya harus kehilangan status sebagai sebuah planet. Pluto akhirnya berubah statusnya sebagai planet kerdil/planet katai (dwarf planet).

Klasifikasi Planet

Berdasarkan massanya planet dibagi menjadi dua jenis, yaitu planet superior (bermassa besar) dan planet inferior (bermassa kecil). Planet superior terdiri atas Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Sementara planet inferior terdiri atas Merkurius, Venus, Mars, dan Bumi.
Berdasarkan jaraknya terhadap Matahari planet dibagi menjadi dua jenis, yaitu planet dalam (interior) dan planet luar (eksterior). Planet dalam yaitu planet yang jarak rata-ratanya ke Matahari lebih dekat dari jarak-rata-rata Bumi ke Matahari. Berdasarkan definisi tersebut, maka yang masuk planet dalam yaitu Merkurius dan Venus. Sementara planet luar adalah planet yang jarak-rata-ratanya ke Matahari lebih jauh dari jarak rata-rata Bumi ke Matahari. Berdasarkan definisi itu, planet luar adalah Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.

Deskripsi Planet

1. Merkurius

Merkurius (Sumber: NASA)

Merkurius merupakan planet terdekat dengan Matahari. Kedekatan ini mengakibatkan suhu udara siang hari menjadi sangat panas, mencapai 400° C, sedangkan pada malam hari menjadi sangat dingin, mencapai -2000° C. Perbedaan suhu harian yang sangat besar disebabkan Merkurius tidak memiliki atmosfer. Jarak antara Matahari dengan Merkurius kurang lebih 57 juta km. Sedangkan jarak dengan Bumi sekitar 92 juta km. Ukurannya hanya 27% dari ukuran Bumi. Merkurius memiliki ukuran paling kecil dalam sistem tata surya, garis tengahnya hanya 4.850 km hampir sama ukurannya dengan bulan yang memiliki diameter sekitar 3.476 km. Planet ini beredar mengelilingi matahari dalam suatu orbit eliptis(lonjong) dengan periode revolusinya sekitar 88 hari, dan periode rotasinya sekitar 59 hari.

 

2. Venus

Venus (Sumber: NASA)
Planet terdekat kedua dari Matahari adalah Venus. Salah satu yang khas dari planet ini adalah adanya awan tebal yang menyelimutinya. Awan itu membuat cahaya Matahari terpantulkan. Akibatnya, Venus menjadi planet yang paling terang. Cahayanya akan tampak pada waktu Matahari terbit dan tenggelam. Oleh karenanya, planet ini sering disebut sebagai Bintang Fajar atau Bintang Senja. Venus juga merupakan planet yang paling dekat dengan Bumi. Jarak Venus dengan matahari sekitar 108 juta kilometer. Pada siang hari suhu Venus mencapai 477° C, sedangkan pada malam hari suhunya tetap tinggi karena panas yang diterimanya tertahan atmosfer planet tersebut. Diameter Venus sekitar 12.140 km. periode rotasinya sekitar 244 hari dengan arah sesuai jarum jam dan periode revolusinya sekitar 225 hari.

 

3. Bumi

Bumi merupakan planet yang berada pada urutan ketiga dari Matahari. Jarak rata-ratanya ke Matahari sekitar 150 juta km. Periode revolusinya sekitar 365,25 hari dan periode rotasinya sekitar 23 jam 56 menit dengan arah barat-timur. Bumi memiliki satu satelit yang selalu beredar mengelilingi bumi, yaitu Bulan (The Moon). Diameter Bumi sekitar 12.756 km hampir sama dengan diameter Venus. Penjelasan mengenai Bumi akan dibahas pada artikel tersendiri.

 

 

4. Mars 

Mars (Sumber: NASA)

Mars merupakan Planet Luar (eksterior planet) yang paling dekat ke Bumi. Planet ini tampak sangat jelas dari bumi setiap 2 tahun 2 bulan sekali, yaitu pada kedudukan oposisi. Pada saat itu jaraknya hanya sekitar 56 juta km dari bumi. Pada malam hari kadang kita melihat sebuah ”bintang”cemerlang yang bercahaya kemerahan. Itulah Mars atau planet merah. Planet ini memiliki diameter kira-kira 6.800 km atau sekitar setengah diameter Bumi. Masa rotasi Mars adalah 24 jam 37 menit dan masa revolusinya 687 hari. Mars memiliki dua buah satelit, yaitu Deimos dan Phobos, temperaturnya lebih rendah dibandingkan dengan temperatur di Bumi.

 

5. Yupiter

Yupiter (Sumber:NASA)

Yupiter merupakan planet terbesar dalam sistem tata surya di tata surya, diameternya sekitar 142.600 km, terdiri atas materi dengan tingkat kerapatannya rendah, terutama hidrogen dan helium. Jarak rata-ratanya ke matahari sekitar 778 juta km, berotasi pada sumbunya dengan sangat cepat sekitar 9 jam 50 menit, sedangkan periode revolusinya sekitar 11,9 tahun. Letaknya yang jauh dari Matahari mengakibatkan suhu di permukaannya sangat rendah, kira-kira -130° C bahkan mungkin lebih rendah dari itu. Planet Yupiter memiliki satelit yang jumlahnya paling banyak, yaitu sekitar 13 satelit, di antaranya terdapat beberapa satelit yang ukurannya besar, seperti Ganimedes, Calisto, Galilea, Io, dan Europa.

 

6. Saturnus 

Saturnus (Sumber: NASA)

Saturnus merupakan planet terbesar kedua setelah Yupiter, diameternya sekitar 120.200 km. Periode rotasinya sekitar 10 jam 14 menit dan revolusinya sekitar 29,5 tahun. Planet ini memiliki tiga cincin tipis yang arahnya selalu sejajar dengan ekuatornya, yaitu Cincin Luar, Cincin Tengah, dan Cincin Dalam. Diameter Cincin Luar Planet Saturnus adalah sekitar 273.600 km, Cincin Tengah sekitar 152.000 km, dan Cincin Dalam memiliki diameter sekitar 160.000 km. Antara Cincin Dalam dan permukaan Saturnus dipisahkan ruang kosong berjarak sekitar 11.265 km. Planet Saturnus memiliki atmosfer yang sangat rapat terdiri atas hidrogen, helium, metana, dan amoniak. Planet ini memiliki satelit yang jumlahnya sekitar 11 satelit, di antaranya Titan, Rhea, Thetys, dan Dione.

 

7. Uranus 

Uranus (Sumber: NASA)

Planet Uranus memiliki diameter 49.000 km, hampir empat kali lipat dari diameter bumi. Periode revolusinya sekitar 84 tahun, sedangkan rotasinya sekitar 10 jam 49 menit. Berbeda dengan planet lainnya, sumbu rotasi pada Planet Uranus searah dengan arah datangnya sinar matahari sehingga kutubnya seringkali menghadap ke arah matahari. Atmosfer Uranus dipenuhi oleh hidrogen, helium, dan metana. Di luar batas atmosfer Planet Uranus terdapat lima satelit yang mengelilinginya, yaitu Miranda, Ariel, Umbriel, Titania, dan Oberon. Jarak rata-rata Planet Uranus ke matahari sekitar 2.870 juta km. Planet Uranus merupakan planet bercincin, ketebalan cincinnya sekitar satu meter terdiri atas partikel-partikel gas yang sangat tipis dan redup.

 

8. Neptunus

Neptunus (Sumber: NASA)

Neptunus merupakan planet superiordengan diameter 50.200 km. Jarak rata-ratanya ke matahari sekitar 4.497 juta km. Periode revolusinya sekitar 164,8 tahun, sedangkan periode rotasinya sekitar 15 jam 48 menit. Atmosfer Neptunus dipenuhi oleh hidrogen, helium, metana, dan amoniak yang lebih padat jika dibandingkan dengan Yupiter dan Saturnus. Satelit yang beredar mengelilingi Neptunus ada dua, yaitu Tritondan Nereid. Planet Neptunus memiliki dua cincin utama dan dua cincin redup di bagian dalam yang memiliki lebar sekitar 15 km.

 

 

Planet Kerdil (Planet Katai)

Selain mendefinisikan sebuah planet, hasil resolusi IAU yang berlangsung di Praha juga mendefinisikan tentang “dwarf planet” atau planet kerdil/planet katai. Syarat-syarat pendefinisian “dwarf planet” hampir sama dengan definisi planet. Namun, yang membedakan adalah planet kerdil bukan benda dominan pada orbitnya serta bukan satelit (benda angkasa yang mengorbit planet). Pluto yang dahulunya masuk dalam deretan planet di tata surya, statusnya diubah sebagai planet kerdil. Bersamaan dengan Pluto ada beberapa objek yang dikategorikan sebagai planet kerdil, yaitu Ceres, Haumea, Makemake, dan Eris. Selengkapnya mengenai deskripsi Planet kerdil silakan baca “Planet-Planet Katai (Kerdil) di Tata Surya”.
Perbandingan Ukuran Planet Katai dan Bumi Sumber: Wikimedia Commons (dengan perubahan)

Demikianlah artikel tentang “Planet-Planet di Sistem Tata Surya”. Artikel ini diringkas dari buku-buku BSE yang diterbitkan oleh Pusat Perbukuan Kemdikbud dan dapat diunduh secara gratis di BSE Kemdikbud. Gambar-gambar dari NASA berada di domain publik di mana kebijakan hak cipta NASA mengatakan bahwa “Materi dari NASA tidak dilindungi undang-undang kecuali tercatat di dalamnya”

Daftar Pustaka:
1. Anjayani, Ani, Haryanto, Tri. 2009. Geografi : Untuk Kelas X SMA/MA. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
2. Hartono. 2009. Geografi 1 Jelajah Bumi dan Alam Semesta : untuk Kelas X Sekolah Menengah Atas /Madrasah Aliyah. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
3. Endarto, Danang. 2009. Geografi 1 : Untuk SMA/MA Kelas XJakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional

Tambahkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *