Alam Semesta dan Teori Terbentuknya

Alam Semesta atau Jagat Raya (The Universe) adalah suatu ruangan yang sangat besar, sangat luas, dan tanpa batas. Planet, bintang, galaksi, meteor, asteroid, gas, debu, dan benda-benda lain adalah materi-materi yang mengisi jagat raya.

Kumpulan Galaksi/Cluster (Sumber: NASA)

Proses terjadinya jagat raya merupakan salah satu misteri yang coba dipecahkan oleh umat manusia. Berikut ini adalah teori-teori yang menjelaskan proses pembentukan jagat raya.

 

Teori Ledakan Dahsyat (Big Bang)

Big Bang (Sumber: NASA)

Teori Ledakan Dahsyat (Big Bang) menyatakan bahwa pada mulanya terdapat sebuah massa yang sangat besar dan memiliki massa jenis yang juga sangat besar. Massa tersebut kemudian meledak dengan hebatnya karena adanya reaksi inti sehingga terbentuklah pecahan-pecahan massa yang berserakan dan mengembang begitu cepat serta menjauhi pusat ledakan. Pada waku yang sangat lama massa yang berserakan tersebut kemudian membentuk kelompok-kelompok yang pada akhirnya menjadi galaksi.

Teori “Big Bang” ini didukung oleh seorang astronom dari Amerika Serikat, yaitu Edwin Hubble. Berdasarkan pengamatan dan penelitian yang dilakukan, menunjukkan bahwa jagat raya ini tidak bersifat statis. Semakin jauh jarak galaksi dari Bumi, semakin cepat proses pengembangannya. Penemuan Hubble ini kemudian dikuatkan oleh Arno Pnezias dan Robert Wilson pada tahun 1965. Banyak sekali penelitian yang menguatkan teori ini. Semua teori mengesahkan bahwa pada masa dahulu langit dan Bumi pernah bersatu sebelum akhirnya terpisah-pisah seperti sekarang.

Teori Keadaan Tetap

Teori Keadaan Tetap menyatakan bahwa jagat raya akan selalu dalam keadaan yang sama. Alam semesta ini akan selamanya ada dan akan tetap ada atau dengan kata lain alam semesta ini tidak pernah bermula dan tidak akan berakhir. Setiap saat akan ada partikel yang lahir dan ada partikel yang lenyap. Dalam teori ”keadaan tetap”, kita harus menerima bahwa zat baru selalu diciptakan dalam ruang angkasa di antara berbagai galaksi, sehingga galaksi baru akan terbentuk guna menggantikan galaksi yang menjauh. Zat hidrogen akan selalu tercipta dari ketiadaan. Orang sepakat bahwa zat yang merupakan asal mula bintang dan galaksi tersebut adalah hidrogen.

Teori Ekspansi

Teori ini dikenal pula dengan nama Teori Mengembang dan Memampat (The Oscillating Theory). Menurut teori ini jagat raya terbentuk karena adanya suatu siklus materi yang diawali dengan massa ekspansi (mengembang) yang disebabkan oleh adanya reaksi inti hidrogen. Pada tahap ini terbentuklah galaksi-galaksi. Tahap ini diperkirakan berlangsung selama 30 miliar tahun. Selanjutnya, galaksi-galaksi dan bintang yang telah terbentuk akan meredup kemudian memampat didahului dengan keluarnya pancaran panas yang sangat tinggi. Setelah tahap memampat, maka tahap berikutnya adalah tahap mengembang dan kemudian pada akhirnya memampat lagi.

Itulah beberapa teori terbentuknya Bumi. Sampai saat ini masih belum dapat dipastikan bagaimana jagat raya ini terbentuk. Teori-teori yang diungkapkan para ahli tersebut tentunya memiliki kelemahan dan kelebihan tersendiri.

Artikel di atas diringkas dari buku-buku BSE yang diterbitkan oleh Pusat Perbukuan Kemdikbud dan dapat diunduh secara gratis di BSE Kemdikbud. Gambar-gambar dari NASA berada di domain publik di mana kebijakan hak cipta NASA mengatakan bahwa “Materi dari NASA tidak dilindungi undang-undang kecuali tercatat di dalamnya”.

Daftar Pustaka:
1. Anjayani, Ani, Haryanto, Tri. 2009. Geografi : Untuk Kelas X SMA/MA. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
2. Hartono. 2009. Geografi 1 Jelajah Bumi dan Alam Semesta : untuk Kelas X Sekolah Menengah Atas /Madrasah Aliyah. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
3. Endarto, Danang. 2009. Geografi 1 : Untuk SMA/MA Kelas XJakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional

Tambahkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *